Menilik Lebah Dekat Harga Bangunan Pabrik

Semakin banyaknya permintaan pasar akan kebutuhan pokok maupun kebutuhan sekunder bagi masyarakat luas, akan semakin banyak juga produsen yang memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan peluang bisnisnya. Tak terkecuali investor ataupun produsen asing yang semakin tahun berlomba-lomba mendirikan rumah produksinya di Indonesia. Masyarakat Indonesia didunia luar terkenal akan sifat suka membeli daripada memproduksi atau konsumtif, hal ini menjadi peluang para investor asing untuk memanfaatkan budaya masyarakat Indonesia yang komsuntif tersebut. Semakin hari semakin banyak permintaan yang datang dari masyarakat, oleh karena itu dibangunlah pabrik yang dapat memproduksi produk dalam jumlah besar setiap harinya. Lalu berapa harga untuk bangunan pabrik tersebut.
Tentu kembali lagi melihat dari seberapa luas bangunan dan tempat dimana bangunan tersebut dibangun. Semakin besar dan strategis tempatnya, maka harga dari bangunan tersebut pastilah juga akan besar. Terlebih lagi ialah bahan-bahan yang digunakan, tidaklah mungkin pabrik yang digunakan tentunya untuk jangka panjang menggunakan material-material yang murah bahkan dibawah standard. Sedangkan banyak diketahui, harga akan memepengaruhi kualitas walaupun tidak semua benar demikian.




Pembangunan pabrik tentunya akan membutuhkan ketelitian dan kepandaian sang perancang. Oleh karena itu biasanya sang pemilik pabrik akan memilih tender-tender yang sangat dipercaya dan memiliki track record yang sangat bagus dalam pengerjaan pabriknya tersebut. Karena akan banyak sekali hal yang harus diperhitungkan antara lain instalasi air bersih, isntalasi air kotor atau limbah, instalasi air buangan dari toilet, tempat pusat kontrol alat dan mesin, intalasi listrik, dan masih banyak lagi. Pantas saja apabila harga bangunan pabrik bisa mencapai hitungan milyaran bahkan triliunan rupiah dalam pembangunannya.

Terlebih dengan kondisi mata uang rupiah yang tidak stabil terhadap dollar yang membuat biaya pembangunan kerap kali berubah dari harga yang sudah dianggarkan. Hal tersebut menipa pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Dari rencana harga awal Rp.3,7 triliun membengkak menjadi sebesar Rp.4,45 triliun. Ini terjadi karena harga-harga komponen yang dibutuhkan dalam pembangunan pabrik tersebut juga akan ikut melonjak seiring melemahnya kurs rupiah terhadap dollar.Hal tersebut juga harus menjadi pertimbangan apabila akan membangun pabrik, pastikan ada dana untuk mengatasi apabila risiko proyek tersebut terjadi.

This entry was posted in Umum  ,